APAKAH TARIF MURAH ITU MENGUNTUNGKAN

Posted: Mar 31, 2008 in PONSEL

Aduhh.. Perang iklan lagi… perang iklan lagi…, apa pendapat anda mengenai iklan dari para operator seluler ini? Dari sekian banyak wesite yang saya baca atau pun di media massa, keliatannya sambutannya banyak yang negatif deh… Tapi ada juga lho yang senang, karena tarif telepon bener2 murah. Tapi menurut saya sih tarifnya gak murah kok. Kenyataannya pulsa saya abis terus. Karena pemakaian saya yang tidak bisa dikontrol. Jadi, murah atau mahal itu tergantung dari penggunaan. Kalo tarif berubah jadi murah tapi rata2 habis pulsanya sama saja perhari, apakah bisa dibilang murah?

itetangga.jpg

im3.jpg

Saat ini operator seluler makin gila-gilaan dalam memberikan tarif call dan sms buat para pelanggannya. Ini diakibatkan karena persaingan antar operator seluler dalam mencari pelanggan. Memang kondisi saat ini yang menarik buat pelanggan adalah tarif murah, namun apakah sudah dipikirkan akibat dari pemberian tarif murah tersebut.

Gentho : Wah… enak yo… saiki telpon wis jor-joran… aku iso telpon selingkuhanku sak penakke….

Dab rider : he’e… modal pulsa 5000 wae iso nggo pirang2 jam… nganti memble.. tapi yo ono sing dirugikan…

Gentho : yo operatorre to….

Dab rider : wo yo dudu… malah wong okehh..

Apakah kita sudah berpikir mengenai untung dan ruginya? Kalo melihat dari tarif murah tersebut memang nampak bahwa pelanggan yang akan diuntungkan namun sebenarnya hal tersebut malah berdampak buruk terhadap pelanggan, operator seluler dan masyarakat umum. Kok bisa ya? Ok, saya coba uraikan satu per satu.

  1. Kita lihat dari sisi operator
    • Dengan terjadi persaingan ini maka yang menjadi acuan adalah jumlah pelanggan yang banyak, namun indikasinya melupakan dari sisi pelayanan. Buktinya, bahwa terjadi penurunan kwalitas.
    • Keuntungan yang didapat otomatis terjadi penurunan.
    • terjadi persaingan tidak sehat. Udah keliatan tuh iklan-iklannya, lalu dipasar bagaimana ya?
    • perkembangan tehnologi menjadi lambat. hanya berpacu dengan telepon dan sms. Lalu tehnologi 3G dikemanakan. Padahal kita mo menuju 4G.
  2. Dari sisi pelanggan
    • Memang tarif murah menjadi idola bagi konsumen, dan pelangganpun bertambah banyak, namun sayang tidak diimbangi dengan kapasitas jaringan. Sehingga telpon murah namun untuk telepon susah. Lalu apa gunanya tarif murah. Yang kasihan adalah mereka2 yang mempunyai kepentingan dalam berkomunikasi. seperti orang2 perkantoran, pebisnis, atau keperluan ke rumah sakit atau jasa2 lain.
    • Lupa bahwa telepon itu bukan kebutuhan primer.
  3. Dealer \ outlet2 kecil
    • Ini yang pengaruhnya nampak jelas.Yang kehidupan sehari-hari mereka mencari nafkah dari menjual perdana dan voucher, sekarang mereka mengeluh karena pendapatan mereka menurun. Yang biasanya pulsa 5000 bisa buat 1 hari, namun sekarang bisa buat 1 minggu. lalu dapat untung dari mana kalo voucher tidak laku? Apalagi operator yang mengasih gratis telpon 3 bulan, berarti kan gak beli voucher. Brarti, jangan bangga bisa ngasih gratis telepon, jika menutup lapangan rejeki.
  4. Masyarakat umum
    • Lho.. masyarakat umum kena dampaknya juga to? Lha iya… iklan2 sekarang cara penyampaiannya aja kurang jelas, sehingga mendekati kesan penipuan. Ada yang komplain karena gak cocok sama yang diberitakan. Ada yang gak seneng karena masalah kesopanan. Dan banyak yang melihat dari sisi negatif. Belum yang kejatuhan papan iklan yg gede banget…he..he..

        Gentho : Woo… dadi okeh rugine timbang untunge yo?

        Dab rider : yo jelas…

        Gentho : brarti… telpon dadi angel banget kuwi mergo aku sing kesuwen dolanan telpon yo?

        Dab rider : tull…. kelakuanmu kuwi merugikan pihak umum… mbok yo gentenan sing telpon kuwi…

        Gentho : lha.. penak je nggosip kuwi….ojo meneh karo selingkuhan…

iesia.jpg

Yang menjadi pertanyaan, knapa pemerintah terkesan lambat dalam persaingan ini, knapa tidak dibikin aturan tetap mengenai tarif?

Jika saya melihat fenomena ini, maka bisa jadi CDMA sudah hilang dari pasaran karena GSM begitu murah. Secara kualitas, GSM lebih unggul dan marketshare nya lebih tinggi dari CDMA. Lalu, CDMA mo diturunkan lagi tarifnya? he..he.. balik modal gak ya?

Yang sangat disayangkan adalah memancing pelanggan dengan tarif murah. Knapa harus dengan tarif murah, bukankah tehnologi ponsel itu sangat luas. Bisa dipamerkan dengan internet, email, voip dll. Lalu dikemanakan tuh tehnologi 3G, knapa tidak dikembangkan lebih jauh? telpon dengan video atau video call itukan menarik juga, namun kenapa tidak diturunkan juga tarifnya, dan portalnya pun tidak dikembangkan lagi.

Sebenarnya dengan memberikan tarif murah itu akan membanting operator seluler sendiri, dimana pelanggan akan bosan dengan bermaen telepon dan sms. Bukan menjadi suatu hal yang istimewa. Dan yang jelas, asumsi yang muncul adalah yang bagus itu yang mahal, yang murah itu jelek.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya bahwa, yang harusnya mendapat reward itu adalah pelanggan lama bukan pelanggan baru, sehingga yang namanya pelanggan itu benar2 pelanggan, bukan seperti konsep ember bocor, diisi gak akan penuh2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s